Halaman

Kamis, 03 Februari 2011

Uang dan Kekuasaan
Untuk Pemimpin yang Miskin



Uang dan Kekuasaan …
Seakan menjadi nilai mati untuk sebuah kehidupan
Menjadi tolak ukur dalam suatu keberhasilan
Ibarat tuhan yang menjadi penolong saat dibutuhkan

Hay, kaum berdasi nan rapih dan wangi
Langkahmu pasti
Wajahmu bersinar seperti mentari dipagi hari
Kau seakan yang paling ditakuti di bumi

Para pemimpin Bangsaku
Harapan rakyat miskin nan terbelenggu
Tumpuan masa depan Bangsa
Yang selalu bangga atas semua perilaku tercela

Uang dan Kekuasaan …
Pantaskah kau menjadi milik para pemimpin Bangsa?
Pantaskah kau menjadi milik pemimpin yang tercela?
Pantaskah kau menyakiti rakyat yang tak berdaya?
Pantaskah kau menyakiti rakyat yang menderita?

Pemimpin ku yang sudah kaya
Tega kau meludahi rakyat yang tak berdaya
Pemimpin ku yang sudah kaya
Tega kau mencuri uang rakyat yang tak seberapa

Pemimpin Bangsa nampaknya sudah tak beragama
Pemimpin Bangsa harusnya mati saat gempa Jogja
Rakyat miskin yang tak berdaya, harusnya bisa hidup bahagia
Rakyat miskin yang tak berdaya, harusnya bisa hidup tanpa pemimpin bangsa-
yang sudah mencoreng nama Indonesia.

Rabu, 14 Juli 2010

IBU HASRI AINUN BESARI HABIBIE …


Raut wajahnya yang tulus, keibuan serta sikapnya yang ramah dan sabar seakan membuat yang melihatnya kagum pada sosoknya.
Sama halnya dengan saya yang kagum pada sosok beliau, sikapnya yang sabar dan tidak pernah marah. Jarang sekali pada jaman modern seperti sekarang ini yang bisa menahan amarah, bahkan justru melampiaskan kemarahannya dengan melakukan hal-hal yang tidak terpuji.

Dalam segi ibadah, beliau selalu mengutamakannnya yang memang menjadi tanggungjawabnya sebagai umat beragama. Untuk pendidikan beliau tidak perlu dipertanyakan lagi, ia meraih gelar Dokter di Universitas Indonesia.
Beliau mempunyai semua yang memang diinginkan oleh setiap wanita, mempunyai suami yang baik yaitu BJ.Habibie yang pintar dan bergelimang harta. Tapi ia seakan tidak dibutakan oleh semua yang ia miliki, selalu membantu orang lain yang membutuhkan seperti mendirikan “ BANK MATA ” yang diperuntukkan bagi para tuna netra.

Disaat kita bisa mendapatkan apapun yang diinginkan didunia, ingatlah pada sang Maha Kuasa yang memberikan semua itu, lihatlah orang-orang yang membutuhkan dan sadarlah bahwa sebagian dari apa yang kita punya masih ada hak untuk orang lain yang membutuhkan. Sudah sepatutnya kita bersyukur atas apa yang sudah diberikan Allah SWT dan menjalankan kewajiban sebagai umat beragama, karena hanya itulah modal abadi kita dikehidupan yang paling abadi yaitu akhirat …

Ibu Ainun adalah seorang wanita yang mungkin bisa saya katakan sadar bahwa hidup didunia tidak sendiri dan senantiasa membantu orang lain. Walaupun beliau telah tiada, tapi ia patut dijadikan contoh untuk kita semua agar menjadi sosok yang lebih baik agar kelak dikehidupan yang tidak abadi ini kita dapat dikenang dengan kebaikan yang telah ditanam selama hidup didunia …